Patah
sayangnya, aku patah—
bukan retak yang bisa direkat
bukan luka yang bisa diobat
tapi hancur, diam-diam, dalam sunyi yang tak pernah sempat
kuminta siapa pun untuk mengerti
aku pernah utuh, sungguh
pernah percaya bahwa cinta adalah pelindung, bukan penghancur
tapi nyatanya, yang kupeluk justru bayanganmu
dan yang tinggal hanya serpihan aku yang dulu
sayangnya, aku patah
tapi tak apa—
dari reruntuhan ini,
suatu hari akan tumbuh aku yang baru
lebih kuat
meski tak lagi sama.
—aksaraakrima
Comments
Post a Comment