Surat Yang Tak Pernah Kukirim #3

Untuk diriku yang sedang berusaha…

Hai, kamu.

Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Aku tahu, tak semua hari terasa mudah. Kadang kamu tersenyum di luar, tapi ada gemuruh yang tak bisa dijelaskan di dalam. Kadang kamu bilang "nggak apa-apa", padahal hatimu retak pelan-pelan. Tapi tetap saja, kamu bangun setiap pagi, berjalan dengan kaki gemetar, dan tetap mencoba.

Aku ingin bilang satu hal penting: kamu tidak harus kuat setiap waktu.

Nggak apa-apa kalau hari ini kamu merasa lelah. Nggak apa-apa kalau kamu belum bisa memenuhi semua ekspektasi. Kamu manusia, bukan mesin pencetak keberhasilan. Berhentilah merasa bersalah hanya karena kamu ingin istirahat. Rehat bukan tanda menyerah. Rehat adalah bentuk cinta yang sering kita lupakan untuk diri sendiri.

Jangan terlalu keras pada dirimu, ya. Kamu sudah melakukan yang terbaik—bahkan saat dunia tak melihat, bahkan saat kamu sendiri merasa itu belum cukup.

Belajar pelan-pelan untuk mencintai dirimu, bukan karena kamu sempurna, tapi karena kamu layak dicintai. Belajar memaafkan semua versi dirimu—yang marah, yang sedih, yang kecewa, yang takut. Mereka juga bagian dari perjalananmu. Peluk semuanya, tanpa syarat.

Hari ini, tak perlu jadi versi paling hebat dari dirimu. Cukup jadi versi yang paling jujur.

Aku di sini. Selalu.

Dengan penuh kasih,
Dirimu sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Dan Reguler Undip

WISUDA UNDIP || Setahun 4 Kali Periode Kelulusan

Lirik Lagu Mars FSM Undip