Pengalaman Mahasiswa Baru SNMPTN Undip (Luring)

 

Halo, sobat! Kali ini aku mau berbagi cerita mengenai pengalamanku ketika awal masuk Universitas Diponegoro. Aku masuk Undip untuk kali pertamanya di tahun 2017, dimana kali itu diantar oleh bapak naik bus berdesak-desakan dan yang pasti aku berdiri sampai menuju Semarang. Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 2 sampai 3 jam, dilanjutkan naik BRT sampai di Ngesrep (Tugu Patung Pangenan Diponegoro). Sesampainya di situ, aku menghubungi kakak tingkatku yang sudah menjanjikan tempat tinggal untukku selama beberapa waktu di Undip. Menunggu selama beberapa waktu sampai akhirnya datang dan akupun berpamitan dengan bapak dan naik motor bersama dengan kakak tingkatku itu.

Sembari melihat banyak hal yang ada di depan dan di sekeliling mata, seraya berkenalan dengan suasana baru Tembalang, Kota Semarang yang sangat berbeda dengan daerahku. Bagaimana tidak, di Magelang aku terbiasa dengan keramahan orang, suasana dingin dan suguhan pandangan mata yang hijau oleh pemandangan alam. Sampailah aku di tempat dimana kakak tingkatku tinggal, sebutlah rusunawa Undip (rumah susun mahasiswa Undip) yang cukup besar dengan beberapa lantai dan dihuni secara terpisah oleh mahasiswa laki-laki dan perempuan. Setelah kutahu dari kakak tingkatku tersebut, ternyata sebenarnya dilarang membawa masuk orang lain apalagi sampai menginapkannya di rusunawa. Tapi katanya ya sudahlah, ndak papa asal ngga ketahuan, lagian Cuma beberapa hari sajakan.

Hari itu sudah cukup sore, dan akupun melanjutkan kegiatan untuk bebersih dan lain sebagainya. Tibalah di hari pertama aku masuk untuk agenda Lapor Diri. Kegiatan pertamaku sebelum benar-benar menjadi mahasiswa Undip. Kegiatan ini dilakukan di Gedung Olahraga Stadion Undip dengan peserta mahasiswa Undip yang diterima secara jalur SNMPTN. Karena lokasinya dekat dengan rusunawa, alhasil aku hanya perlu jalan kaki untuk sampai ke tempatnya. Tidak ada kegiatan yang penting hari itu karena hanya pengenalan Undip secara umum, disambut pula dengan paduan suara khas Undip. Itulah kali pertama aku jatuh cinta dengan UKM Undip, suaranya sangat indah dan belum pernah dengar sebelumnya secara langsung.

Hari pertama usai begitu saja, dilanjutkan dengan hari kedua. Aku lupa apa nama kegiatannya namun kegiatannya adalah pengumpulan segala berkas yang diminta oleh Undip dan panitia penerimaaan mahasiswa baru, dilanjutkan dengan pengurusan berkas bidikmisi, karena aku mengajukan beasiswa tersebut. Kegiatan diakhiri dengan pemberian secara Cuma-Cuma jas almamater Undip, kaos olahraga Undip, topi Undip dan foto untuk KTM Undip. Maklum ya, aku dari desa yang masih tidak familiar dengan dunia per-canggihan. Aku kaget kali pertama mendapatkan secara langsung KTM sudah jadi dalam hitungan detik dari pembuatan. Aku langsung berpikir kenapa waktu pembuatan KTP tidak demikian rupa, ya walaupun akhirnya aku paham karena ada bahan atau komponen khusus yang harus ada di KTP jadi tidak bisa dengan berapa detik jadi.

Akhir yang cepat, kegiatanku harus berakhir. Aku keluar dari Gedung Soedarto dan langsung disambut dengan hangat oleh kakak-kakak tingkat, yang akhirnya kini aku tahu bahwa mereka adalah pengurus HMF atau Himpunan Mahasiswa Fisika. Aku diajak ke stand mereka, membincangkan banyak hal yang ada di Fisika Undip, mengisi data diri dan bercengkarama dengan sesame mahasiswa baru.

Oh iya, ada beberapa hal yang aku lupa katakan. Kakak tingkat yang menampung aku di rusunawa itu bernama Mba Anis, aku biasa manggil Ukhti Anisatul (terbawa ketika masih berada di Asrama Daarunnajah). Ada beberapa teman yang aku kenal juga kali pertama berada di Undip, yaitu Dame dan Mala. Aku bertemu mereka berdua ketika ‘Lapor Diri’ karena kebetulan dudukku berada diantara mereka. Kita juga sama-sama mengambil jurusan Fisika.

Karena letak Gedung Soedarto dengan rusunawa lumayan jauh, sehingga perjalananku diantar dan dijemput oleh Mba Anis. Sangat merepotkan ya, sempat diajak muter-muter dulu di Undip tapi tetap saja aku bingung dengan geografis Undip karena mungkin masih muka pertama jumpa. Ketika menunggu Mba Anis menjemputku, aku duduk di bawah pohon yang cukup rindang. Dulu, aku orang yang sangat ramah dengan orang lain, yang sepertinya sekarang sudah tidak seperti itu. Aku menngenalkan diriku dengan teman yang duduk di sebelahku dan diapun menyambut perkenalanku dengan hangat. Sampai akhirnya Mba Anis datang dan kita tukar nomor telepon. Temanku ini dari FPP, namanya Linda.

Akhirnya, urusan-urusanku sudah beres dan akupun memutuskan untuk pulang ke Magelang. Untuk kali pertama aku menaiki kendaraan umum seorang diri dan dengan jarak yang cukup jauh. Terkadang aku berpikir aku memang pemberani, di saat genting. Wkwk. Mba Anis mengantarkanku sampai patung Pangeran Diponegoro, aku melanjutkan dengan naik angkutan umum sampai terminal Sukun dan menaiki bus jurusan Magelang-Jogja.

Sekian sobat, pengalamanku menjadi mahasiswa baru Undip. Semoga bermanfaat.

#Undip #DiponegoroUniversity #ExcellentUndip #UndipJaya #UndipMaju

Comments

Popular posts from this blog

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Dan Reguler Undip

WISUDA UNDIP || Setahun 4 Kali Periode Kelulusan

Lirik Lagu Mars FSM Undip