Tulisan Ini Tentangnya, Ch

Entah untuk kali pertamanya atau untuk ke sekian kalinya aku merasa beruntung dan bersyukur atas apa yang Tuhan kasihkan kepadaku. Di saat aku ingin mengeluhkan apa yang ada di depanku, selalu saja Tuhan timpa hal-hal yang jauh lebih membahagiakan yang membuatku merasa malu untuk menyerah dengan keadaan.

Entah rasa apa yang berasa, namun Tuhan.. aku berterima kasih atas apa yang selalu Kau beri.

Salah satu hal yang membuatku bersyukur adalah dipertemukan dengan seorang malaikat tak bersayap yang mengajarkanku banyak hal yang selalu tanpa dia sadari kebaikannya membuatku merasa selalu nyaman untuk menceritakan banyak hal tentang diriku kepadanya. Aku merasa tidak sendiri melewati semua ini.

Rasa-rasanya memang selalu tidak adil karena yang terjadi adalah aku selalu menyusahkannya sedangkan dia? Dia hanya sebatas menjadi pendengar yang baik, pemberi solusi yang baik, dia datang dengan obat yang aku keluhkan. Dia dokter bagiku, untukku.

Andaikan ada kebaikan yang bisa membalas kebaikannya, sudah pasti akan aku usahakan hal itu. Aku ingin dia bahagia. Aku ingin dia bisa berbagi juga denganku walaupun sampai saat ini bahkan aku tidak pernah mendengar apa yang dia keluhkan.

Dia terlalu diam untuk aku yang lebih sering berkata.

Pada akhirnya, titik ketakutan itu tiba-tiba saja muncul dengan air mata yang ternyata sudah mengalir begitu saja tanpa permisi. Aku takut jika yang terjadi aku adalah penghambat langkahnya. Aku takut hanya karena dia terlalu baik kepadaku, tidak ingin menyakiti hati dan perasaanku, tidak ingin merugikanku dia merelakan hati dan jiwanya untuk terluka. Aku takut itu.

Tapi ketakutanku itu jauh lebih kecil dari ketakutan yang disebabkan oleh keegoisanku. Aku ingin menuntaskan obrolan itu, hanya saja aku takut yang terjadi adalah hal yang tidak aku harapkan untuk aku ketahui, aku belum siap untuk kembali merasakan sakit itu, aku masih belum siap dengan keadaan jika pada akhirnya harus tidak lagi bersapa dengannya.

Aku takut dengan segala ketakutanku yang belum tentu terjadi, namun aku harus siap jika salah satu ketakutan itu akan benar terjadi.

Pintaku Tuhan, saat ini dan selamanya jika Engkau berkenan dengan pintaku.. “izinkanlah aku dengannya menjadi kita, berjuang bersama, saling dalam segala hal sampai akhir kata pisah hanya tersebabkan oleh maut.”

Terima kasih, Tuhan 😊 kebaikanmu tak terbatas

Comments

Popular posts from this blog

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Dan Reguler Undip

WISUDA UNDIP || Setahun 4 Kali Periode Kelulusan

Lirik Lagu Mars FSM Undip